Webinar bertajuk "Menyongsong Pilkada di Masa Normal Baru" tembus 387 Peserta
|
Serang, 16/07/2020. Bawaslu Provinsi Banten mencatatkan rekor peserta Webinar tertinggi, tercatat 387 orang dari berbagai wilayah di Indonesia, dari Aceh hingga Papua yang berasal dari kalangan Pengawas pemilu berbagai tingkatan, para akademisi, pegiat dan pemerhati, lembaga swadaya masyarakat dan lain-lain. Webinar ini sengaja dibuat oleh Bawaslu Provinsi Banten dengan tajuk "Menyongsong Pilkada di Masa Normal Baru" Seperti kita ketahui, sejak terjadinya pandemi corona, pilkada yang telah dirancang-rencanakan jauh-jauh hari terpaksa dihentikan tahapannya oleh KPU pada 21 maret, setelah KPU menghentikan timbul perdebatan, soal kewenangan penghentian, karena regulasi tidak mensyaratkan demikian, sedikit polemik itu kemudian terjawab dengan lahirnya perppu (peraturan pemerintah pengganti UU) no. 2 tahun 2020. Dalam perpu pertama kali nomenklatur bencana non alam disebutkan secara tegas dalam kaitannya dengan pilkada.
Waktu terus berjalan, diskusi-diskusi, berbagai webinar diselenggarakan untuk menampung-himpun pendapat para ahli dan masyarakat, tentang bagaimana kelanjutan pilkada, memang. Silang pandangan terjadi. Satu sisi, menginginkan pilkada diselenggarakan tahun ini, pendapat lain menginginkan nanti dulu, ditunda setidaknya tahun depan. Semua pendapat menggemukan alasan rasionalitasnya. Meskipun ahirnya opsi A yang ditawarkan KPU dimana pilkada dilanjutkan pada 9 Desember menjadi kesepakatan, yang dimulai kembali pada tgl 15 Juni 2020. Oleh karena itu, Webinar ini memiliki momentum yang tepat untuk diselenggarakan, dimana baru saja, tepatnya kemarin tahapan pilkada dimulai kembali.
Di sisi lain, Membaca berbagai sumber informasi, penyebaran virus Corona juga masih terus bertambah. Tanpa harus memulai perdebatan, masih layakkah pilkada dilaksanakan saat ini? Karena faktanya sudah menjadi keputusan hukum dan politik, tetapi bukan berarti menutup ruang kritis masyarakat. Untuk selalu mengawal jalannya pilkada, apalagi ditengah suasana yang ekstra ordinary seperti saat ini. Karena pilkada bukan melulu soal prosedur dan mekanisme teknis, tetapi bagaimana menghadirkan jaminan keselamatan, substansi dan kualitas.
Untuk itu, kita ingin mendapatkan pencerahan dari ketua lembaga penyelenggara pemilu dalam hal ini Bawaslu RI, kami juga ingin mendengar cara pandang tokoh bangsa. Memandang secara bijaksana kondisi pilkada di masa normal baru ini. Pak Abhan selaku Ketua Bawaslu RI, menjelaskan secara luas dan meyakinkan atas kebijakan, tugas pokok dan fungsi Bawaslu dalam hal pilkada di normal baru. Mulai dari menjawab pertanyaan apakah pilkada lanjutan ini dipaksakan atau tidak, beliau dengan elegan menjawab, diskusi panjang sudah dilakukan, dan inilah keputusan hukum dan politiknya. Kita harus jalankan dengan prasyarat tertentu, sayaratnya menggunakan Protokol kesehatan yang benar. Semua pertanyaan direspon dengan tuntas, sampai menjawab pertanyaan dari Mustakim Jamal salah seorang Panwascam di wilayah Ternate.
Prof. Soleh Hidayat, mantan rektor Untirta dua periode, mantan ketua PW Nahdlatul Ulama Banten, sekarang sebagai koordinator program Doktor Untirta, Prof. Soleh memberikan motivasi dan mempercayakan semua urusan penyelenggaraan pilkada pada lembaga yang berwenang, dengan tetap mengawal sebagai kewajiban masyarakat, terus mengedukasi, dan memberikan contoh agar tatanan baru ini menjadi pembiasaan. Satu hal yang sangat menarik dari ulasan beliau adalah, dibutuhkan protokol keimanan dan ketakwaan disamping protokol kesehatan dalam penyelenggaraan pilkada di masa normal baru ini.
Pak Manimbang Kahariady, tokoh nasional yang sekarang berhidmat sebagai Sekretaris Jenderal Majelis Nasional KAHMI, beliau telah memotret, pandangan dari kaca mata civil society, bagaimana, motivasi, peluang dan harapannya sekaligus hikmah apa yang harus diambil dari gelaran pilkada, semoga hal ini akan dapat memberikan keyakinan baru dalam menyongsong pilkada lanjutan ini. Pentingnya melakukan perencanaan juga menjadi sorotannya. Karena menurutnya, dengan mensitir pendapat bijak bahwa "kegagalan merencanakan, sama juga merencanakan kegagalan. Pesan berikutnya agar selalu memberikan hak informasi kepada masyarakat soal normal baru ini dengan pendekatan sosialisasi dan dialog. Spirit beliau-beliau sangat berharga untuk merawat kehidupan juga demokrasi secara bersamaan.
Ali Faisal yang bertugas sebagai Moderator mengungkapkan harapannya "Kita berharap. Pilkada kita saat ini dapat dilakukan dengan baik, baik pelaksanaannya, baik protokolnya, baik partisipasinya dan baik hasilnya, sehingga kita mendapatkan berbagai kebaikan sekaligus. Keselamatan manusia kita utamakan, dan demokrasi kita selamatkan."
Webinar ini terselenggara berkat bekerja sama Bawaslu Provinsi Banten dengan komunitas cerdas yang tergabung dalam Saluran Informasi dan Edukasi (SIE) yang telah membantu memfasilitasi pelaksanaan webinar melalui media Zoom Meeting.