Lompat ke isi utama

Berita

Totok: Bawaslu adalah Pekerja Demokrasi

Totok: Bawaslu adalah Pekerja Demokrasi

Serang, Bawaslu Banten – Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia, Totok Hariyono, menegaskan bahwa Bawaslu bukan sekadar lembaga pengawas Pemilu yang bekerja hanya saat tahapan berlangsung. Menurutnya, Bawaslu adalah pekerja demokrasi yang memiliki tanggung jawab menjaga tegaknya prinsip-prinsip demokrasi setiap saat, termasuk di masa non-tahapan Pemilu.

“Kita ini bukan pekerja Pemilu, tetapi pekerja demokrasi. Kalau hanya pekerja Pemilu, kita baru sibuk saat tahapan berlangsung. Namun, sebagai pekerja demokrasi, kita justru harus bekerja lebih keras di masa non-tahapan untuk mempersiapkan kesadaran demokrasi menuju Pemilu berikutnya,” ujar Totok saat menjadi pembina apel rutin mingguan di lingkungan Bawaslu Provinsi Banten, Senin (21/7/2025).

Totok menjelaskan, ketika tahapan Pemilu berjalan, jadwal dan pekerjaan Bawaslu sudah terukur. Namun, di luar tahapan, kemauan dan kreativitas jajaran Bawaslu diuji untuk memastikan lembaga ini tetap relevan dan dipercaya publik.

Sebagai upaya memperkuat peran tersebut, Totok mengajak seluruh jajaran Bawaslu, termasuk di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, untuk aktif membaca dan berdiskusi mengenai demokrasi Indonesia. Ia juga meminta pimpinan daerah mengagendakan proses belajar terstruktur sebagai persiapan konsolidasi demokrasi menjelang Pemilu 2029.

“Pegawai Bawaslu harus paham betul persoalan demokrasi karena kita bekerja menjaga salah satu pilar terpenting negara. Untuk itu, jangan hanya datang ke kantor untuk mengurus administrasi. Baca buku, pelajari keputusan MK, dan diskusikan secara rutin,” ujar Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu RI itu.

Anggota Bawaslu Republik Indonesia, Totok Hariyono, saat menjadi pembina apel rutin mingguan di lingkungan Bawaslu Provinsi Banten, Senin (21/7/2025).

Totok juga menekankan pentingnya apel rutin sebagai bentuk nyata komitmen kerja, bukan sekadar formalitas. “Cara kita berbaris dalam apel mencerminkan keseriusan kita bekerja. Kalau apel saja kurang disiplin, bagaimana kita bisa meyakinkan publik bahwa kita siap mengawal demokrasi?” katanya.

Ia pun menutup sambutannya dengan ajakan kepada seluruh jajaran untuk menjaga semangat kerja. “Mari tanamkan dalam hati, bahwa setiap langkah kita adalah untuk menegakkan demokrasi,” pungkasnya.

Editor: Jhon Marthin

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle