Bawaslu Banten Tekankan Pentingnya Refleksi Terhadap Capaian dan Tantangan Pengawasan Pemilihan
|
Serang, Bawaslu Banten - Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Banten Ali Faisal menegaskan bahwa refleksi terhadap capaian dan tantangan dalam pengawasan Pemilihan merupakan langkah penting untuk memperkuat demokrasi. Menurutnya, evaluasi terhadap kinerja pengawasan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan efektivitas kelembagaan.
Ia mengakui bahwa meskipun Bawaslu telah bekerja maksimal, masih terdapat ruang perbaikan yang harus diperhatikan agar pengawasan Pemilihan semakin optimal. Oleh karenanya, refleksi dan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh tahapan Pemilihan menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
Sebagai salah satu bagian dari upaya refleksi, Ali menuturkan bahwa pihaknya menggelar Ngabuburit Pengawasan dengan melibatkan Bawaslu Kabupaten/Kota serta narasumber eksternal. Dijelaskannya, agenda ini bertujuan untuk mengevaluasi berbagai aspek pengawasan Pemilihan, termasuk pencegahan pelanggaran, penanganan sengketa, serta tugas-tugas lain yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan.
"Kita berharap pelaksanaan Ngabuburit Pengawasan ini bukan sekadar ritual menunggu waktu berbuka, tetapi benar-benar menjadi ajang refleksi dan evaluasi kelembagaan. Dengan begitu, kita dapat memperkuat pengawasan Pemilu ke depan," jelasnya saat membuka kegiatan yang mengangkat tema Menjaga Suara, Mengawal Demokrasi, Highlight Pengawasan Pemilihan Serentak di Bumi Jawara pada Tahun 2024 tersebut, Kamis (06/03/2025).
Ketua Bawaslu Provinsi Banten beserta Jajaran Anggota Bawaslu Provinsi Banten dan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten Menghadiri Kegiatan Ngabuburit Pengawasan Tahun 2025 di Kantor Bawaslu Provinsi Banten, Kamis (06/03/2025).
Ia juga menegaskan pentingnya keterbukaan terhadap kritik publik. Sebagai lembaga yang menggunakan anggaran negara, Bawaslu harus mempertanggungjawabkan kinerjanya secara transparan kepada masyarakat. Ia pun mendorong partisipasi publik dalam memberikan masukan demi meningkatkan efektivitas pengawasan Pemilihan.
Di sisi lain, Ali menjelaskan efisiensi anggaran pasca-Pemilihan 2024 menjadi tantangan tersendiri. Pemangkasan anggaran dinilai berdampak pada beberapa aspek operasional. Namun, ia menegaskan bahwa keterbatasan tersebut tidak boleh menjadi penghambat bagi Bawaslu dalam menjalankan tugasnya.
"Kita masih terikat dengan sumpah jabatan. Apapun yang terjadi, lembaga ini harus kita jaga dan pertahankan. Justru di tengah keterbatasan ini, kita harus membuktikan bahwa Bawaslu tetap bekerja dengan penuh integritas," tegasnya.