Bawaslu Banten Dorong Pemilih Muda Menjadi Smart Voters
|
Serang, Bawaslu Banten - Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Banten Ali Faisal mendorong pemilih muda untuk menjadi smart voters atau pemilih cerdas. Pasalnya menurutnya, pemilih muda mempunyai peran besar dalam menentukan kualitas Pemilihan 2024. Secara kuantitas, Ali menjelaskan bahwa berdasarkan rilis Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dirilis Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten, persentase pemilih muda mencapai 62,15%, terdiri dari generasi millenial sebesar 37,06% dan generasi z sebanyak 25,09%.
“Pemilihan 2024 ini akan didominasi oleh pemilih muda. Pemilih muda banyak memberikan harapan, bahkan menentukan siapa yang akan merepresentasikan mereka sebagai pemimpin daerah,†ungkapnya saat membuka acara Rapat Koordinasi dengan Stakeholder dalam Pemilihan Tahun 2024, Senin (18/11/2024).
Untuk menjadi pemilih cerdas, Ali mengajak pemilih muda untuk memahami seluruh proses penyelenggaraan Pemilihan 2024, serta terlibat aktif mengawasi pelaksanaannya. Ia mencontohkan jika saat ini sedang berlangsung salah satu tahapan krusial yakni tahapan Kampanye hingga 23 November 2024. Untuk itu, ia mengajak pemilih muda untuk berpartisipasi mengawasi serta mengantisipasi potensi pelanggaran yang terjadi di tengah masyarakat.
“Meskipun saat ini dianggap dinamis dan masih terkendali, kita harus tetap mengantisipasi jika ada politik uang saat akhir-akhir tahapan kampanye dan masa tenang,†jelasnya.
Sesi foto bersama kegiatan Rapat Koordinasi dengan Stakeholder dalam Pemilihan Tahun 2024. Foto : Ipan
Partisipasi pemilih muda, disampaikan Ali, sangat diperlukan meskipun saat ini kelembagaan Bawaslu telah terbentuk hingga tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS). Namun mengingat luasnya cakupan wilayah dan banyaknya objek yang harus diawasi, proses pengawasan Pemilihan tidak hanya dapat mengandalkan sumber daya manusia pengawas yang jumlahnya cukup terbatas. “Jika tidak ada pengawasan partisipatif dari masyarakat Bawaslu akan kewalahan,†katanya