Bawaslu Banten Dorong Kader P2P Terlibat Aktif Lakukan Pengawasan Tahapan Pemilu 2024
|
Serangkab, Bawaslu Banten - Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Banten Ajat Munajat mendorong kader Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) untuk ikut serta melakukan pengawasan tahapan Pemilu 2024. Menurutnya peserta P2P yang didominasi oleh pemilih pemula berusia 20-29 tahun tersebut telah mempunyai bekal pengetahuan dasar mengenai pengawasan Pemilu; mulai dari bagaimana melakukan pencegahan, penindakan, hingga melakukan pengawasan berperspektif gender; sehingga dinilai siap terlibat aktif dalam melakukan pengawasan Pemilu 2024 di tengah masyarakat.
“Bawaslu Banten berharap semua peserta P2P betul-betul melek dan paham mengenai isu kepemiluan, terutama terkait pengawasan Pemilu, dan kemudian langsung terlibat aktif terjun melakukan pengawasan tahapan pemilu 2024 sebagai kader pengawas partisipatif†pungkas Ajat ketika membuka kegiatan P2P Provinsi Banten, Selasa (03/10/2023).
Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Ajat Munajat (Tengah), Koordinator Divisi Humas dan Datin Sumantri (Kanan), dan Kepala Bagian Pengawasan dan Humas Jhon Marthin (Kiri) saat memberikan sambutan dan memuka kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif, Selasa (03/10/2023). (Foto: Tim Humas Bawaslu Provinsi Banten)
Disampaikan Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat tersebut bahwa secara khusus pelaksanaan P2P tahun ini mengusung tema “Perempuan Berdaya Mengawasiâ€; yang mana sejalan dengan semangat Bawaslu bahwa perempuan dan laki-laki mempunyai hak dan kesempatan yang sama dalam konteks Pemilu dan demokrasi. “Tema kegiatan P2P ini sangat krusial. Jangan sampai perempuan dianggap inferior secara gender. Dalam konteks pengawasan, demokrasi, dan Pemilu, hak dan kesempatan perempuan dan laki-laki sama†tegasnya.
Lebih lanjut Ajat menjelaskan jika kegiatan P2P Bawaslu Provinsi Banten telah dirancang lebih atraktif dan partisipatif untuk menyesuaikan kebutuhan peserta. Ia mencontohkan bahwa dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya sebatas mempelajari materi pengawasan Pemilu melalui kelas kepemiluan dan diskusi interaktif, namun juga melalui fun games yang memuat konten kepemiluan. “Dalam kegiatan ini, peserta P2P akan diajak mengikuti games luar ruangan yang sudah disiapkan panitia untuk menguji pemahaman mereka mengenai materi kepemiluan, tentu dengan cara-cara yang lebih atraktif dan menarik†paparnya.
Koordinator Divisi Humas dan Datin Bawaslu Provinsi Banten Sumantri menilai bahwa dalam penyelenggaraan tahapan Pemilu 2024, kader P2P dapat menjadi ujung tombak pengawasan Bawaslu. Menurutnya keterbatasan personil pengawas Pemilu di setiap tingkatan akan banyak terbantu oleh partisipasi mahasiswa dalam melakukan pencegahan dan pengawasan secara sukarela. “Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri tanpa partisipasi masyarakat umum, termasuk mahasiswa. Bawaslu berharap adik-adik peserta P2P akan menjadi ujung tombak dalam pengawasan Pemilu 2024†harapnya.