Liah Culiah: Mahasiswa Berperan Penting dalam Pengawasan Pemilu 2029
|
Serang, Bawaslu Provinsi Banten – Keterlibatan mahasiswa diperlukan untuk memperluas jangkauan pengawasan partisipatif dalam mengawal Pemilu 2029, termasuk menghadapi tantangan pengawasan di ruang digital.
Liah menekankan pentingnya peran mahasiswa dan generasi muda dalam memperluas jangkauan pengawasan Pemilu, termasuk di ruang digital. Perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi menuntut masyarakat untuk semakin kritis dalam menyaring informasi serta berperan aktif mengawal proses demokrasi.
“Pengawasan Pemilu 2029 membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, khususnya mahasiswa dan generasi muda. Perkembangan teknologi dan dinamika informasi yang semakin cepat menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama untuk menjaga kualitas dan integritas Pemilu,” ujar Liah saat membuka kegiatan Konsolidasi Demokrasi bertema “Peran Mahasiswa dalam Pengawasan Partisipatif pada Pemilu 2029” di Fakultas Syariah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Jumat (23/10/2026).
Pengawasan Pemilu di era disrupsi teknologi juga menghadapi ancaman kebocoran data, kejahatan siber berbasis kecerdasan buatan, deepfake, phishing, kampanye hitam, hoaks, dan ujaran kebencian. Kondisi ini menuntut masyarakat untuk lebih kritis dalam menyikapi informasi serta memverifikasi kebenarannya sebelum menyebarkannya.
Di lingkungan kampus, mahasiswa dapat mengambil bagian dalam penguatan pengawasan partisipatif melalui program kuliah kerja nyata (KKN) tematik, magang, dan pembentukan Pojok Digital. Berbagai kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk meningkatkan literasi digital masyarakat sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keterlibatan publik dalam mengawal Pemilu 2029.
Penulis : Ivan A. Muvani
Editor : Jhon Marthin