Bawaslu Banten Gandeng KOHATI Serang Perkuat Literasi Demokrasi dan Cegah Hoaks Pemilu
|
Serang, Bawaslu Provinsi Banten - menggelar kegiatan Diskusi Konsolidasi Demokrasi terkait isu disinformasi atau hoaks dalam penyelenggaraan Pemilu. Penyebaran hoaks dan disinformasi menjadi salah satu tantangan serius dalam penyelenggaraan Pemilu yang dapat mempengaruhi persepsi publik serta kualitas demokrasi. Rabu (4/2/2026)
Bawaslu Provinsi Banten dan bersama KOHATI Cabang Serang. Anggota Bawaslu Provinsi Banten, Liah Culiah, menyampaikan bahwa fenomena hoaks menjadi salah satu tantangan serius yang muncul selama penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024. Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak benar dapat mempengaruhi persepsi publik serta menurunkan kualitas demokrasi jika tidak diantisipasi dengan baik.
Ia menjelaskan bahwa Bawaslu telah melakukan berbagai upaya edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam menyaring informasi. Namun demikian, partisipasi aktif masyarakat tetap diperlukan agar upaya tersebut dapat berjalan efektif. “Bawaslu sudah melakukan berbagai edukasi kepada masyarakat, tetapi diperlukan umpan balik dari masyarakat agar upaya tersebut benar-benar memberikan manfaat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, dinamika ruang digital saat ini membuat berbagai opini mudah disalahartikan atau bahkan dimanipulasi oleh pihak tertentu. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat di ruang publik digital.
Sementara itu, Ketua Umum KOHATI Cabang Serang, Dila, menegaskan pentingnya peran perempuan dalam kehidupan politik dan demokrasi. Ia mengajak perempuan untuk tidak bersikap apatis terhadap isu-isu politik, melainkan aktif meningkatkan literasi demokrasi agar dapat berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Banten berharap terbangun kolaborasi yang lebih kuat antara lembaga pengawas Pemilu dan masyarakat sipil dalam menghadapi tantangan disinformasi, sekaligus memperkuat partisipasi publik dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas di masa mendatang.
Penulis: Annisa Nur Insani
Editor: Jhon Marthin