Badrul Munir : Peserta SKPP Harus Memahami Aturan
|
Serang Kota, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Anggota Bawaslu Provinsi Banten Badrul
Munir selaku fasilitator dalam lanjutan kegiatan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP)
mengajak 72 orang peserta SKPP untuk bercerita pengalaman menemukan isu-isu yang
mengangkat Politik Uang, Politisasi Sara, Hoax, dan Ujaran Kebencian selama masa tahapan
pemilihan umum.
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran ini pun membuka sesi kelas dengan memberikan cara
menangani pelanggaran yang ditemukan oleh beberapa peserta SKPP yang hadir dalam kegiatan
tersebut.
Pemilih pemula dalam hal ini peserta SKPP harus berkomitmen untuk mengawal pemilu serentak
tahun 2024 dari praktik politik uang dan politisasi SARA karena hal tersebut merupakan ancaman
besar bagi demokrasi dan kedaulatan rakyat.
“Peserta SKPP harus mendukung dan mengenal Bawaslu dengan tugas dan kewenangannya
menjadi modal yang baikâ€, kata Badrul dalam kegiatan SKPP yang diselenggarakan di Hotel
Horison Serang. Jumat (24/09/2021).
Selain bercerita mengenai pengalamannya tentang penemuan postingan media sosial yang berbau
politik uang, politisasi SARA, hoax dan ujaran kebencian, Anggota Bawaslu Provinsi Banten yang
sering disapa Bandier ini juga mengajak peserta SKPP untuk menceritakan pengalaman mereka
terkait pelaporan penemuan pelanggaran pemilu ke PPL, Panwascam, Bawaslu Kabupaten/Kota,
Bawaslu Provinsi hingga Bawaslu RI.
Sementara itu, beliau mengingatkan para peserta SKPP untuk selalu bijaksana dalam penggunaan
gadget dan media sosial.
“Saya harap mulai dari sekarang kalian harus sangat berhati-hati dalam menggunakan gadget dan
jangan pernah disalahgunakan. Boleh memberikan pendapat politik di media sosial, akan tetapi
harus dengan cara yang benar dikarenakan sangat mudah dilacak dan sangat mudah disabotase.
Sehingga dampaknya memicu kerusuhan di media sosial†tambahnya.
Selama kegiatan berlangsung Badrul didampingi oleh Anggota Bawaslu Kota Serang Rudi
Hartono dan Anggota Bawaslu Kabupaten Tangerang Muslik sebagai fasilitator lainnya.