Senin, 21 Oktober 2019 |
Indonesia English

NURYATI SOLAPARI

ANGGOTA BAWASLU PROVINSI BANTEN - DR. NURYATI SOLAPARI, SH.,MH

Nuryati Solapari, lahir pada 2 Juni 1979 dari pasangan bernama Ayah, Syarif Hidayat (alm) dan Ibu bernama Omah di Kabupaten Serang Provinsi Banten. Ibu dari Bintang Hafizh Setiawan (13 tahun),Bunga Qarira Lituhayu (9 tahun),Nafeeza Mutiara Hajj (9 tahun) dan Panji Buana Arfa Setiawan (7 tahun). Sebelum terjun sebagai penyelenggara pemilu, Nuryati panggilan akrabnya, lebih dikenal sebagai Dosen dan mantan TKI (Tenaga Kerja Indonesia). Perjalanan hidupnya sebagai TKI di Arab Saudi selama 2 tahun membentuk karakter dan sikap mentalnya dalam menjalani hidup dan kehidupan. Dimulai pada tahun 1998 ketika terjadi krisis moneter,sebagai lulusan terbaik SMU Prisma di Serang-Banten dia lebih memilih bekerja sebagai TKI ke Arab Saudi. Kondisi ekonomi orang tua yang tak memungkinkan untuk anaknya melanjutkan pendidikan tinggi membuat Nuryati rela menjadi TKI dan berharap dari penghasilan sebagai TKI bisa melanjutkan pendidikan. Itulah kenapa saat majikanya merayu dan mengiming-imingi hadiah rumah dan haji untuk memintanya kembali bekerja sebagai TKI, Nuryati tegas menolak dan memegang teguh cita-cita awal bekerja ke Arab Saudi untuk modal kuliah. Kebahagiaan dunia dan akhirat baginya dapat diperoleh melalui ilmu. Itulah yang membedakan Nuryati dengan para TKI lainnya, disaat yang lain menginvestasikan remitansi untuk membangun rumah,sawah dll, Nuryati memilih pendidikan.

Pendidikan Strata 1 diperoleh dari Fakultas Hukum Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dapat dia  selesaikan dengan waktu 3,5 tahun dengan predikat Caumlaude. Meski saat kuliah dia harus bekerja di sebuah restaurant cepat saji dan membuka usaha catering sendiri dan aktif beroganisasi saat menjadi anggota PMII komisariat Untirta dan Anggota BEM FH Untirta. Namun Nuryati berhasil membuktikan dan mampu menyelesaikan pendidikan dengan cepat. Tak berhenti sampai disitu, tahun 2006 Nuryati mencatatkan dirinya sebagai mahasiswa di Magister Ilmu Hukum Universitas Jayabaya dan ditahun yang sama, diterima sebagai CPNS Dosen di fakultas Hukum Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Tahun 2016, tahun paling bersejarah bagi Nuryati, kenapa tidak, dia berhasil mewujudkan mimpinya untuk menyelesaikan Studi Doctoral Ilmu Hukum di Universitas Padjajaran-Bandung.  Berkat perjuanganya meraih pendidikan tertinggi, dan kisah hidupnya yang menginsiprasi tak heran wajah Nuryati sering terlihat diberbagai media baik cetak,elektronik maupun daring, diundang sebagai narasumber baik di lembaga Pemerintah maupun swasta, bintang tamu di program televisi lokal dan nasional seperti Kick Andy di Metro TV, Seputar Indonesia RCTI,Liputan 6 SCTV, Bukan 4 mata Trans7 dan masih banyak lagi. Dan tak hanya itu diapun menerima berbagai penghargaan diantaranya Juara 1  IMWA ( Indonesian Migrant Worker Award) tahun 2010, TKI Motivator dari Kementerian Luar Negeri,TKI Teladan dari BNP2TKI, TKI Motivator dari  Duta Besar Arab Saudi, TKI Motivator dari kementerian Tenaga Kerja, Women Inspairing dari Majalah Kartini, Kartini Masa kini bidang Pendidikan di tahun 2011, dll. Membangun komunitas pemberdayaan ekonomi,sosial dan hukum bagi Purna TKI dan Keluarganya melalui Paguyuban TKI Purna Banten menjadi salah satu bentuk pengabdian Nuryati yang didedikasi untuk para TKI  dan keluarganya. Selain turut aktif sebagai Wakil Sekretaris Wilayah Muslimat NU Provinsi Banten (2011-2016) dan  Sekretaris Wilayah Muslimat NU Provinsi Banten (2016-2017).

Selain itu, sebagai seorang Akademisi tentu pengamalan Tri Darma Perguruan tinggi merupakan suatu kewajiban. Beberapa penelitian dan pengabdian hibah DIKTI telah diperolehnya selain penelitian bersifat regional/mandiri. Beberapa Pemikiranya dituangkan dalam sebuah buku seperti Hukum Penempatan dan perlindungan Tenaga kerja Indonesia di luar Negeri, Prinsip Keadilan sosial bagi TKI,Hukum Ketenagakerjaan, serta berbagai tulisan baik dalam bentuk jurnal,prosiding,opini dll. Dan saat ini sedang menulis buku tentang TKI dan Pemilu 2019. Tak heran kemampuanya menulis itu mengantarkan Nuryati sebagai juara 2 Penulisan karya ilmiah TK Provinsi Banten. Juara terbaik Poster penelitian Hibah Bersaing DIKTI.  Dan sejak tahun 2008 hingga 2016  tercatat sebagai ketua dan/atau anggota penyusunan naskah akademis Raperda (Rancangan Peraturan daerah) seperti Raperda Pengelolaan Aset Daerah,Raperda Pemilihan Kepala Desa,Raperda BPD,Raperda pengelolaan keuangan desa,Raperda Perubahan Nama RS Pemda menjadi RS Drajat Prawiranegara, Raperda Batas Desa,Raperda Pelayanan Kesehatan,Raperda Rumah Potong Hewan,dll. Tentu hal itu semua diperoleh dari yang namanya “ pendidikan”. Meski Pendidikan bukan segala-galanya tapi segala-galanya berawal dari pendidikan.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum (individu) kecuali kaum (individu) itu yang mau mengubahnya”. ( Q.S.Al-Araf 11).  Itulah yang selalu ia yakini. Mimpi akan terus berupa mimpi tanpa berani mewujudkanya. Dengan kekuatan hati dan pikiran,tidak ada mimpi yang tak mungkin menjadi kenyataan, maka Doa adalah sebaik-baiknya perekat.  Dalam Authentic Personal Branding karya Hubert K Rampersad, menggambarkan mimpi dan pikiran orang-orang besar di dunia. Ternyata,apa yang mereka capai saat ini atau nanti merupakan akumulasi dari pikiran dimasa lalu,bukan sesuatu terjadi secara tiba-tiba. “pikirkan,harapkan,yakini dan tanamkan dalam pikiran”. Meminjam istilah Aziz Khafia, “You Are What You Think”. Terima dan respon dengan cinta,gairah,dan berikan kinerja puncakmu,maka kamu akan mencapainya.

                Menjadi Mitra pada Asdep Kesetaraan Gender Bidang Politik Hukum dan Hankam Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sejak 2016 sebagai fasilitator pada peningkatan kualitas perempuan Indonesia melalui program pelatihan perempuan potensial calon kepala daerah,pelatihan perempuan pedesaan,pelatihan bagi perempuan calon legislatif dan juga pelatihan perempuan anggota legislatif  terpilih pada pemilu 2019. Mengasah kemampuannya sebagai penulis  pada isu perempuan, Nuryati berhasil menyelesaikan buku Pengarusutamaan Gender  di Bawaslu RI  dan juga buku Pengarusutamaan Gender di Kementerian Luar Negeri.

                Pengalaman pertama Nuryati sebagai penyelenggara pemilu dimulai  tahun 2017 berhasil terpilih sebagai Anggota Bawaslu Provinsi Banten Periode 2017-2022.  Srikandi Bawaslu Banten ini dikenal sebagai orang yang humble, tegas, dan lincah. Meski kali pertama bergabung di Bawaslu,namun latar belakang pendidikan dan sikap mentalnya yang tangguh membuat Nuryati mampu dengan cepat menyesuaikan diri. Sebagaimana nama “ Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu)”, tentu tugas Pengawasan merupakan core business Bawaslu. Itulah kenapa Nuryati memilih tampil terdepan dalam mengawal proses demokrasi di bumi Jawara sebagai Koordinator Devisi Pengawasan, dan baginya integritas HARGA MATI….!!!.

BERSAMA RAKYAT AWASI PEMILU,BERSAMA BAWASLU TEGAKKAN KEADILAN PEMILU “.

Top